Langsung ke konten utama

Robben "Pecundang" Bermental Pemenang

           


          Arjen Robben pemain asal Belanda ini menarik perhatian pecinta sepakbola dunia dengan penampilan yang luar biasa di final LC 2012-13 Wembley. Di artikel ini saya akan secara khusus membahas Arjen Robben dari sisi yang berbeda. Jujur secara pribadi saya kagum dengan setiap penampilan Robben, permainan yang menarik selalu diperagakan pemain asal Belanda ini. Robben pernah dikaitkan akan ditransfer dengan klub favorit saya Manchester United, namun sayang saat itu Robben akhirnya berlabuh ke Chelsea dan menjelma menjadi pemain yang menakutkan di Liga Inggris. Memulai karier di tempat kelahiran Belanda, permainan Robben yang memiliki kecepatan, visi bermain dalam menccetak gol, dan teknik yang tinggi membuat banyak klub yang tertarik padanya. Robben  pernah terpilih menjadi pemain terbaik, ketika dirinya masih membela Groningen klub pertamanya. Robben melanjutkan karier di PSV Eindhoven membuat nama dirinya semakin dikenal oleh pecinta sepakbola. Petualangan Robben dalam meniti karier berlanjut dengan bergabung bersama Chelsea di tahun 2004, bermain di klub asal London Barat ini dirinya mendapat sejumlah prestasi. Bersama Chelsea dalam 3 musim Robben mendapat dua gelar Liga Inggris, piala carling dan FA Cup bersama Mourinho yang saat itu menjadi arsitek tim Chelsea. Setelah dari Chelsea Robben hijrah ke Real Madrid bergabung bersama dengan invansi pemain Belanda di tim Los Galacticos saat itu. Sebut saja pemain seperti Rafael Van De Vaart, Wesley Sneijder, Van Nistelrooy, Drenthe, Huntelaar. Robben bersama Real Madrid hanya bermain selama dua musim, setelah itu Real Madrid mentransfer dirinya ke klub asal Jerman Bayern Munchen. Semasa perpindahan dari Chelsea hingga ke Bayern Munchen ada yang berbeda dari permainan Robben. Pada saat semasih berbaju Chelsea gaya permainan Robben relatif menyerang dengan aksi dribble dan mencetak gol dari jarak terdekat gawang. Permainan Robben di Bayern Munchen lebih bermain efektif dengan pengoperasian dirinya di sisi kanan, dirinya juga lebih efisien dalam menendang bola dan berkembang dalam tendangan bola dari luar kotak pinalti.


Kegagalan awal dari kesuksesan yang tertunda



            Mendengar pepatah ini tidaklah salah bila ditujukan kepada sosok Arjen Robben, kegagalan tiga kali final yaitu Final Liga Champion tahun 2010, 2011, dan Piala Dunia 2010 tidak membuat dirinya patah semangat. Dari tiga kali final ini tentu sangat membekas untuk Robben, dirinya selalu menjadi pemain penting dalam tim. Tengok saja final Piala Dunia melawan Spanyol, dirinya saat itu berhadapan satu lawan satu melawan Casillas yang bisa menjadi kesempatan Belanda untuk juara. Di ajang final CL 2011-12 lebih membekas dalam pertandingan tersebut, Robben mendapatkan kesempatan mengambil pinalti sayang tendangannya masih ditepis oleh Peter Cech. Kegagalan tiga kali final tersebut dan banyak momen yang harusnya bisa menjadi suatu gol dan kemenangan gagal dimanfaatkan oleh Robben. Di final LC 2012-13 Robben kembali dipercaya oleh pelatih Jupp Heynckes sebagai starter tim untuk melawan tim sesama Jerman Borussia Dortmund. Robben berhasil bermain luar biasa dengan torehan 1 assist dan 1 gol membuat dirinya terpilih sebagai pemain terbaik di pertandingan tersebut. Pemain terbaik di final LC 2012-13 melawan Dortmund adalah menjadi bukti kebangkitan dirinya. Respon yang baik dari seorang Arjen Robben dalam menghadapi cobaan meskipun dirinya dilabeli oleh sebagian pendukung, dirinya tetap bermain dengan hati dan menunjukkan karakter mental seorang pemenang. Dengan mencetak gol penentu bagi Bayern Munchen di menit akhir pertandingan melawan Dortmund tidak salah bahwa malam itu adalah milik Arjen Robben. Dari kisah artikel tentang Robben ini kita bisa belajar bahwa keputusan untuk bangkit dan bermental besar dari seorang Robben adalah patut untuk ditiru. Dalam kehidupan tidak jarang kita mendapat kritik atau bahkan cemohan dari orang lain terhadap diri kita, namun ketika kita bisa memberikan respon yang baik dan memiliki mental yang baik segala kritik dan cemohan akan bisa menjadi suatu motivasi untuk terus bangkit. Robben telah membuktikan bahwa kritik dan cemohan tidak membuat  dirinya putus asa, namun Robben menjawab hal tersebut dengan bangkit dan menjadi seorang pemenang di lapangan hijau. Final LC 2012-13 di Wembley menjadi ajang pembuktian bahwa Robben adalah seorang pemenang yang tidak mudah menyerah oleh segala bentuk negatif dan Robben menunjukkan sikap mental seorang pemenang dalam final yang menjadi lengkap dengan kemenangan untuk Bayern Munchen. Selamat Robben.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ULASAN GRUP H PIALA DUNIA BRAZIL 2014

GRUP H BELGIA ALJAZAIR RUSIA KORSEL Belgia Kontestan satu ini memang dinilai banyak pihak akan mengejutkan di PD Brazil 2014. Hal ini memang berkaitan dengan skuad yang diisi oleh pemain bertabur bintang di skuad Belgia. Belgia bisa menjadi salah satu kuda hitam di PD Brazil 2014 dengan modal bintang muda yang saat ini semakin bersinar tersebar di setiap klub Eropa. Bayangkan nama besar yang ada diskuad Belgia seperti Vincet Kompany, Jan Vertonghen, Kevin De Bruyne, Eden Hazard, Alex Witsel, dan nama lainnya yang pasti anda kenal. Belgia memang seperti diisi tim bertabur bintang namun ini bisa menjadi momok bila Belgia tidak apik dalam bermain secara tim. Melihat peluang di Grup H Belgia layak difavoritkan menjadi juara grup. Pemain Kunci – Vincent Kompany Jika menyebutkan pemain kunci atau pemain yang berperan penting dalam suatu tim akan sangat sulit terlebih di tim Belgia. Tim yang bertabur bintang masa depan sepakbola ini, nama seperti Hazard layak menjadi ...

ULASAN GRUP G PIALA DUNIA BRAZIL 2014

GRUP G JERMAN PORTUGAL GHANA AS Jerman Sepakbola Jerman memang sedang mengalami regenerasi dari generasi pemain senior menuju pemain muda. Banyak talenta muda Jerman yang sangat potensial dan bermain di klub papan atas. Dominasi Jerman di Eropa bahkan sudah mulai dirasakan sejak Final Liga Champions 2012-13 yang mempertemukan All Germany final. Dua klub kuat Bayern Munchen dan Borussia Dortmund paling banyak memberikan pemain ke timnas Jerman. Pelatih Joachim Low tinggal bagaimana mampu menggabungkan perpaduan pemain muda hebat di Jerman. Di PD 2010 kita bisa melihat betapa Jerman tampil luar biasa menaklukan lawan hebat seperti Argentina dan Inggris. Jerman di PD 2014 Brazil merupakan salah satu kandidat juara yang diperhitungkan. Grup G bisa dibilang menjadi miliki Jerman karena praktis lawan yang seimbang hanya Portugal. Kita tunggu aksi Der Panzer di Brazil.    Pemain Kunci – Philip Lahm Memilih pemain kunci di tim Jerman memang tidak mudah karen...

Prediksi Dortmund Vs Malaga Leg Kedua Perempat Final LC

Dortmund akan menjamu Malaga di leg kedua lanjutan Liga Champions, kedua tim yang sama kuat ini membuktikan kelasnya di leg pertama dengan hasil imbang. Menghadapi Dortmund tidaklah mudah bagi Malaga, Dortmund bermain sangat baik ketika di kandang. Tim sekelas Real Madrid bahkan pernah dikalahkan oleh anak asuhan Juergen Kloop. Pelatih Jurgen Kloop masih akan mengandalkan Goetze, Reus, dan Lewandowski sebagai penggedor, sementara Malaga memiliki pemain pengalaman Martin Demichelis, Saviola, Toulalan dan Isco yang masih menjadi kreator penting lini tengah Malaga. Bermain di kandang akan membuat Dortmund menekan lebih awal untuk memenangkan pertandingan atas Malaga. Peluang keduanya memang sulit diprediksi namun untuk partai kali ini saya condong ke tim Dortmund yang akan menang atas tamunya Malaga.  Prediksi Dortmund Vs Malaga : 2-1