Langsung ke konten utama

ADA APA DENGAN PEP DAN MANCHESTER CITY


Jika anda pernah ditanya liga mana yang terbaik hingga saat ini, mungkin tidak salah jika anda menyebut Liga Inggris sebagai salah satu favoritnya. Liga Inggris memang selalu memberikan tontonan yang menarik bagi para pencinta sepakbola yang dikenal dengan istilah Kick and Rush. Disebut sebagai liga terbaik juga karena persaingan antar klub yang ketat, bisa dibilang hampir tiada tim kuat yang sudah pasti akan terus mendominasi seperti Bayern Munchen di Jerman atau Barcelona, Real Madrid di Spanyol. Kalau anda tidak percaya bayangkan di musim ini yang sempat berdiri di papan klasemen teratas, bukanlah tim langganan Big Four macam Manchester United, Manchester City, Chelsea ataupun Arsenal. Tim kejutan Leicester City adalah tim non unggulan yang bisa saja membuat sejarah di musim ini dengan menjadi juara. Urusan keuangan liga satu ini juga selalu berlimpah harta dengan banyak sponsor dan juga keuntungan royalti dari siaran televisi. Segala daya tarik tersebut yang nyatanya membuat pelatih sekaliber Pep Guardiola, termasuk juga ingin menjajal kemampuan di negeri Ratu Elizabeth dengan menukangi tim kaya raya Manchester City. Kehadiran seorang Pep Guardiola akan semakin menambah pesona Liga Inggris dan hal tersebut kembali membuktikan eksistensi Liga Inggris sebagai salah satu destinasi favorit baik pelatih maupun pemain sepakbola.

Selama hampir tiga musim Pep melatih Bayern Munchen dan Pep berhasil menghadirkan gelar juara liga selama dua musim berturut-turut. Namun sayang kesuksesan di Liga lokal belum tercapai di kompetisi Eropa paling bergengsi yaitu Liga Champions. Pep belum bisa menyamai rekor dirinya semasa melatih Barcelona yaitu bisa memenangi kompetisi Liga Champions sebanyak dua kali. Dengan musim yang masih berjalan sepertinya Pep dapat memberikan kado manis terakhir bagi pendukung Bavarians, seperti layaknya Jupp Heynckes yang mempersembahkan trofi sebelum dirinya memutuskan pensiun. Torehan kerja keras Pep Guardiola dengan segudang prestasi baik klub maupun individu, membuat Manchester City selingkuh dari Manuel Pellegrini demi mendapatkan dirinya.  


Pep memang boleh telah berprestasi selama melatih Barcelona dan Munchen tetapi jika belum melatih di Inggris nampaknya belum lengkap. Pada saat Pep memutuskan untuk melatih di Jerman banyak media yang juga sempat mempertanyakan karena pada awalnya rumor beredar kencang bahwa Pep akan lebih dahulu mendarat di Inggris. Mungkin saja pilihan Pep ke Munchen adalah sebagai percobaan dirinya sebelum bersiap untuk tampil di Liga Inggris. Kedatangan Pep di Jerman ternyata sempat menimbulkan kontroversi karena diklaim lebih memilih pemain Spanyol di banding pemain Jerman. Kepergian Toni Kross dan Bastian Schweinsteiger yang menjadi tokoh sentral menjadi kesedihan tersendiri bagi pemain dan juga pendukung setia Bayern Munchen. Bila bicara soal taktik hubungan antara Pep Guardiola dan filosofi taktik Tiki Taka sangat erat hal ini dibuktikan dengan hampir ketika melatih Barcelona dan Bayern Munchen filosofi tersebut tetap menjadi andalan. Meskipun dalam taktiknya Pep di Munchen juga melakukan banyak eksperimen formasi namun tetap ada sentuhan tiki taka di dalamnya. Tidak bisa dipungkiri memang keberhasilan tiki taka telah mengantarkan Pep mendapatkan banyak gelar dengan kedua klub yang dilatihnya. Pep tentu akan kembali menghadirkan tiki taka bersama Manchester City di musim depan. Melihat komposisi skuad yang menghuni Manchester City tentu tidak akan sulit untuk merealisasikan hal tersebut. Skuad yang mumpuni dan gelontoran dana yang luar biasa dari petinggi City akan menjadi modal yang cukup bagi Pep dapat bereksperimen. Selama bermusim-musim klub asal kota Manchester tersebut memang telah menjadi klub yang diperhitungkan namun hal itu belum cukup mengukuhkan Man City sebagai tim raksasa. Satu hal yang mengganjal adalah melempemnya Manchester City ketika mentas di ajang Liga Champions. Hampir setiap musim Manchester City dibayangi kegagalan ketika bermain di liga bergengsi Eropa tersebut. Bayangan kegagalan tersebut harus dibenahi oleh Pep bila Manchester City ingin layak disebut sebagai salah satu klub papan atas yang ditakuti. Menarik untuk menanti apakah kejutan yang akan dibawa Pep musim depan untuk City Liga Champions, Lionel Messi, atau bahkan Treble?? Tunggu saja tanggal mainnya 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ULASAN GRUP H PIALA DUNIA BRAZIL 2014

GRUP H BELGIA ALJAZAIR RUSIA KORSEL Belgia Kontestan satu ini memang dinilai banyak pihak akan mengejutkan di PD Brazil 2014. Hal ini memang berkaitan dengan skuad yang diisi oleh pemain bertabur bintang di skuad Belgia. Belgia bisa menjadi salah satu kuda hitam di PD Brazil 2014 dengan modal bintang muda yang saat ini semakin bersinar tersebar di setiap klub Eropa. Bayangkan nama besar yang ada diskuad Belgia seperti Vincet Kompany, Jan Vertonghen, Kevin De Bruyne, Eden Hazard, Alex Witsel, dan nama lainnya yang pasti anda kenal. Belgia memang seperti diisi tim bertabur bintang namun ini bisa menjadi momok bila Belgia tidak apik dalam bermain secara tim. Melihat peluang di Grup H Belgia layak difavoritkan menjadi juara grup. Pemain Kunci – Vincent Kompany Jika menyebutkan pemain kunci atau pemain yang berperan penting dalam suatu tim akan sangat sulit terlebih di tim Belgia. Tim yang bertabur bintang masa depan sepakbola ini, nama seperti Hazard layak menjadi ...

ULASAN GRUP G PIALA DUNIA BRAZIL 2014

GRUP G JERMAN PORTUGAL GHANA AS Jerman Sepakbola Jerman memang sedang mengalami regenerasi dari generasi pemain senior menuju pemain muda. Banyak talenta muda Jerman yang sangat potensial dan bermain di klub papan atas. Dominasi Jerman di Eropa bahkan sudah mulai dirasakan sejak Final Liga Champions 2012-13 yang mempertemukan All Germany final. Dua klub kuat Bayern Munchen dan Borussia Dortmund paling banyak memberikan pemain ke timnas Jerman. Pelatih Joachim Low tinggal bagaimana mampu menggabungkan perpaduan pemain muda hebat di Jerman. Di PD 2010 kita bisa melihat betapa Jerman tampil luar biasa menaklukan lawan hebat seperti Argentina dan Inggris. Jerman di PD 2014 Brazil merupakan salah satu kandidat juara yang diperhitungkan. Grup G bisa dibilang menjadi miliki Jerman karena praktis lawan yang seimbang hanya Portugal. Kita tunggu aksi Der Panzer di Brazil.    Pemain Kunci – Philip Lahm Memilih pemain kunci di tim Jerman memang tidak mudah karen...

Prediksi Dortmund Vs Malaga Leg Kedua Perempat Final LC

Dortmund akan menjamu Malaga di leg kedua lanjutan Liga Champions, kedua tim yang sama kuat ini membuktikan kelasnya di leg pertama dengan hasil imbang. Menghadapi Dortmund tidaklah mudah bagi Malaga, Dortmund bermain sangat baik ketika di kandang. Tim sekelas Real Madrid bahkan pernah dikalahkan oleh anak asuhan Juergen Kloop. Pelatih Jurgen Kloop masih akan mengandalkan Goetze, Reus, dan Lewandowski sebagai penggedor, sementara Malaga memiliki pemain pengalaman Martin Demichelis, Saviola, Toulalan dan Isco yang masih menjadi kreator penting lini tengah Malaga. Bermain di kandang akan membuat Dortmund menekan lebih awal untuk memenangkan pertandingan atas Malaga. Peluang keduanya memang sulit diprediksi namun untuk partai kali ini saya condong ke tim Dortmund yang akan menang atas tamunya Malaga.  Prediksi Dortmund Vs Malaga : 2-1